Tangerang, 17 September 2026 — Mengoperasikan Sistem ERP untuk Manajemen Ritel dan Bisnis merupakan skema kompetensi di LSP P1 LPK GETI. Skema ini menilai kemampuan peserta menghubungkan sistem, strategi, persediaan, penjualan, keuangan, rantai pasok, dan sumber daya manusia.
Program tersebut relevan bagi staf ritel, pengelola bisnis, operator ERP, serta peserta pelatihan yang menangani proses lintas fungsi. Selain memahami aplikasi, peserta perlu menjelaskan alasan penggunaan data untuk mendukung keputusan operasional.
Ruang Lingkup Kompetensi
Delapan unit kompetensi menjadi dasar penilaian dalam skema ini. Peserta dinilai ketika mengevaluasi kriteria ERP dan mengembangkan strategi bisnis sesuai kebutuhan organisasi.
Selain itu, ruang lingkupnya mencakup pengelolaan ketersediaan barang, strategi penjualan, dan aktivitas pemasaran digital. Peserta juga perlu memahami indikator keuangan, kinerja operasional ritel, rantai pasok, serta kebijakan sumber daya manusia.
Karena cakupannya saling berkaitan, bukti kerja sebaiknya menunjukkan alur proses yang utuh. Contohnya berupa simulasi transaksi, catatan stok, laporan penjualan, atau ringkasan keputusan berdasarkan data sistem.
Namun, dokumen perusahaan harus digunakan secara hati-hati. Peserta perlu meminta izin, menyamarkan informasi rahasia, dan menjelaskan perannya dalam setiap pekerjaan yang ditampilkan.
Persiapan Bukti Kerja
Sebelum asesmen, peserta dapat menyusun latihan berdasarkan satu skenario bisnis ritel. Misalnya, perubahan persediaan dihubungkan dengan penjualan, kebutuhan rantai pasok, dan dampaknya terhadap laporan operasional.
Selanjutnya, peserta dapat mencatat sumber data, langkah pemeriksaan, keputusan, serta hasil yang diperoleh. Catatan tersebut membantu asesor menelusuri proses kerja, bukan hanya melihat keluaran akhir.
Persyaratan dasar yang dipublikasikan mencakup ijazah minimal SMA atau sederajat. Selain itu, pemohon perlu memiliki sertifikat pelatihan Mengoperasikan Sistem ERP untuk Manajemen Ritel dan Bisnis dari LPK GeTI.
Pelaksanaan asesmen untuk skema ini tercantum secara tatap muka. Oleh karena itu, peserta perlu mengonfirmasi jadwal, lokasi, perangkat, dan dokumen terbaru kepada penyelenggara sebelum mendaftar.
Dalam latihan, peserta sebaiknya membandingkan data antarmodul sebelum menyimpulkan masalah. Dengan demikian, kesalahan input, keterlambatan pembaruan, dan ketidaksesuaian laporan dapat dibedakan secara lebih terarah.
Kompetensi ERP memberi manfaat ketika pekerja mampu membaca hubungan antarbagian secara konsisten. Pada akhirnya, persiapan yang tertib membantu peserta menjelaskan keputusan bisnis dengan bukti yang relevan dan mudah diverifikasi saat asesmen berlangsung.
Tags: sistem ERP, manajemen ritel, kompetensi bisnis, bukti kerja, persiapan asesmen, sertifikasi BNSP
← Kembali ke semua tulisan