· Sertifikasi

Persiapan Sertifikasi Penjualan Daring (Market Place)

Panduan praktis menyiapkan bukti dan memahami lima unit kompetensi dalam skema Penjualan Daring (Market Place).

Ilustrasi pemilik usaha menyiapkan penjualan daring menggunakan laptop dan paket tanpa merek.

Tangerang, 15 September 2026 — Sertifikasi Penjualan Daring membantu peserta menunjukkan kemampuan mengelola penjualan melalui kanal digital secara terukur. Skema Penjualan Daring (Market Place) tersedia pada LSP P1 LPK GETI bagi lulusan pelatihan yang memenuhi persyaratan.

Penjualan daring bukan sekadar mengunggah produk ke marketplace. Pelaku perlu memahami model bisnis, memilih aplikasi perdagangan, melayani pelanggan, dan menjalankan pemasaran digital secara konsisten.

Karena itu, skema ini relevan bagi pemilik usaha, pengelola toko daring, staf penjualan, serta calon wirausaha digital. Peserta sebaiknya sudah terbiasa menjalankan proses penjualan dan mencatat hasil pekerjaannya.

Baca juga: Cara Menyusun Bukti Portofolio untuk Asesmen

Kompetensi yang Dinilai

Asesmen mencakup lima unit kompetensi yang saling berhubungan. Peserta dinilai saat menentukan model bisnis daring dan memilih aplikasi perdagangan yang sesuai kebutuhan ritel.

Selain itu, kemampuan melakukan aktivitas pemasaran digital juga menjadi bagian penilaian. Peserta perlu menunjukkan cara menambah pelanggan dan memanfaatkan media sosial untuk menarik konsumen ritel.

Bukti yang disiapkan dapat berupa rencana toko, contoh katalog, dokumentasi promosi, catatan pelanggan, atau hasil kegiatan penjualan. Namun, setiap bukti harus asli, relevan, dan mudah dijelaskan ketika asesor meminta konfirmasi.

Baca juga: Mengenal Tahapan Uji Kompetensi BNSP

Persiapan Sebelum Asesmen

Persyaratan dasar yang tercantum meliputi ijazah minimal SMA atau sederajat dan sertifikat pelatihan Penjualan Daring dari LPK GeTI. Oleh sebab itu, peserta perlu memeriksa kelengkapan berkas sebelum mendaftar.

Selanjutnya, peserta dapat memetakan pengalaman terhadap lima unit kompetensi dalam skema. Latihan menjelaskan alasan memilih marketplace, strategi promosi, dan cara menanggapi pelanggan akan membantu asesmen berlangsung terarah.

Pelaksanaan asesmen untuk skema ini tercantum menggunakan metode tatap muka. Karena jadwal dan ketentuan administratif dapat diperbarui, peserta sebaiknya mengonfirmasi informasi terbaru langsung kepada penyelenggara.

Sertifikasi Penjualan Daring memberi ruang bagi peserta untuk membuktikan keterampilan yang sudah dipraktikkan. Hasil asesmen juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pengelolaan toko digital.

Bagi pelaku usaha, pemetaan kompetensi membantu membangun proses penjualan yang lebih rapi. Sementara itu, bagi pekerja, pengakuan kompetensi dapat mendukung pengembangan tanggung jawab dan karier.

Pada akhirnya, kesiapan terbaik datang dari pengalaman nyata, bukti yang tertata, dan pemahaman proses kerja. Sertifikasi menjadi lebih bermakna ketika kompetensi terus diterapkan setelah asesmen selesai.

Tags: sertifikasi penjualan daring, marketplace, kompetensi digital, asesmen BNSP, portofolio kompetensi, bisnis ritel

← Kembali ke semua tulisan